Supiori, 18 Juni 2026 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) memulai pelaksanaan Studio Perencanaan Kota Tahun 2026 di Kabupaten Supiori. Kegiatan lapangan ini mengusung tema “Arahan Penataan Kawasan Inti Pusat Pelayanan Kota Sorendiweri sebagai Ibu Kota Kabupaten Supiori”, yang menjadi fokus kajian mahasiswa selama satu semester ke depan.
Studio Perencanaan Kota merupakan mata kuliah berbasis praktik yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan kondisi dan permasalahan pembangunan di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan melakukan survei, observasi kawasan, wawancara dengan berbagai pihak, serta pengumpulan data yang menjadi dasar dalam penyusunan konsep penataan kawasan perkotaan.
Kedatangan tim Studio Perencanaan Kota PWK USTJ di Kabupaten Supiori pada Kamis (18/6) disambut oleh Pemerintah Kabupaten Supiori. Mewakili Bupati Supiori yang berhalangan hadir, rombongan diterima oleh Vicktor R. Kafiar, S.STP Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Supiori. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Supiori menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan studio serta mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Kegiatan studio tahun ini berada di bawah pendampingan dosen pengampu Anna M. Labok,S.T.,M.PWK dan Asima Juliana,S.T.,M.Si. Selama proses studio, mahasiswa akan mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan perkembangan Kota Sorendiweri, mulai dari tata guna lahan, struktur ruang, sistem transportasi, sarana dan prasarana, hingga kondisi lingkungan kawasan.
Pemilihan Kota Sorendiweri sebagai lokasi studi didasarkan pada perannya sebagai ibu kota Kabupaten Supiori sekaligus pusat pelayanan pemerintahan dan aktivitas masyarakat. Seiring berkembangnya fungsi kota, kebutuhan akan penataan kawasan yang lebih terarah menjadi semakin penting agar pertumbuhan wilayah dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pelayanan publik, pengembangan ekonomi, dan pelestarian lingkungan pesisir.
Selain mengidentifikasi kondisi eksisting kawasan, mahasiswa juga akan memetakan berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi Kota Sorendiweri. Hasil kajian tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi penataan kawasan inti kota yang diharapkan dapat mendukung pengembangan Sorendiweri sebagai pusat pelayanan yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Studio Perencanaan Kota Tahun 2026 ini, Program Studi PWK USTJ tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga berupaya menghadirkan hasil kajian yang dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Supiori dalam merencanakan pengembangan kawasan perkotaan di masa mendatang. Kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan wilayah yang lebih baik dan berkelanjutan.